Zaanse Schans

Ditulis oleh Kika Simonsen

Zaanse Schans adalah salah satu destinasi wisata terfavorit dan masuk dalam European Route of Industrial Heritage. Kawasan Zaanse Schans terletak di wilayah Zaanstad yang ibukotanya bernama Zaandam, konon dikenal sebagai salah satu kota industri pertama di eropa.SPhotoEditor-20171111_205843-01Zaanse Schans berada di tepian Sungai Zaan di Zaandam, Propinsi North Holland, Belanda. Zaanse Schans adalah lokasi wisata yang teramat indah berhias barisan kincir angin beserta deretan rumah kayu bercat hijau yang merupakan ciri khas rumah warga di wilayah Zaanstad. Zaanse Schans adalah gambaran nyata era keemasan Belanda berabad-abad yang lalu, dimana perindustrian Belanda berada di puncak kejayaannya. Kawasan ini juga dipermanis dengan parit-parit, rerumputan nan hijau, dan jalan-jalan kecil yang tertata rapi. Zaanse Schans dikelola oleh komunitas masyarakat yang dikenal dengan sebutan De Zaansche Molen.

SPhotoEditor-20171111_210234-01Saat berkunjung ke Zaanse Schans, wisatawan dapat menyaksikan sendiri bagaimana cara hidup orang Belanda pada abad ke-17 dan abad ke-18. Pada masa itu, penduduk setempat bermata pencarian sebagai nelayan yang menuai hasil bumi berupa ikan-ikan di sungai. Dari keuntungan berdagang ikan-ikan tersebut, masyarakat kemudian memprakarsai berdirinya kincir angin yang bertujuan awal sebagai tenaga pengering polder. Tahun berganti tahun, lambat laun kegunaan kincir angin pun meningkat yakni juga difungsikan untuk menggiling hasil pertanian, menggiling gandum, minyak, memotong kayu, membuat cat dan sebagainya.

SPhotoEditor-20171111_195705-01Kincir-kincir angin di Zaanse Schans mulai dibangun pada tahun 1574. Dahulu kala desa ini memiliki 600 kincir angin yang aktif. Namun pada tahun 1920, hanya tersisa 50 buah saja. Berangkat dari keprihatinan terhadap berkurangnya jumlah kincir angin yang dapat beroperasi, maka masyarakat yang terhimpun dalam komunitas De Zaansche Molen, bergegas melakukan daya upaya untuk melestarikan kincir-kincir angin yang tersisa, agar warisan bersejarah ini tidak hilang ditelan zaman dan tergerus perkembangan kota.

SPhotoEditor-20171111_194654Terdapat 6 buah kincir angin yang masih beroperasi secara luar biasa di Zaanse Schans kini. Namun perlu diketahui bahwa 4 buah dari kincir-kincir angin tersebut, bukanlah asli berasal dari kawasan Zaanse Schans. Kincir-kincir angin itu, awalnya berdiri berpencar-pencar. Kemudian dipindahkan dan disatukan dalam satu area Zaanse Schans pada tahun 1961 dan 1974. Seluruh kincir-kincir angin itu kemudian direnovasi dan dibenahi dengan seksama. Usaha ini patut mendapat acungan jempol, karena saat ini Zaanse Schans menjelma menjadi salah satu museum terbuka (open air museum) dan daerah konservasi budaya.

SPhotoEditor-20171111_210731-01Kincir-kincir angin di Zaanse Schans terbuka untuk dimasuki oleh umum, tentunya dengan membayar karcis masuk dengan biaya tertentu. Ke-6 kincir angin ini memiliki nama yang berbeda-beda berdasar nama pemiliknya terdahulu yakni Mustard Mill De Huisman (pembuat saus mustard), De Kat (pembuat cat), De Gekroonde Poelenburg & Het Jonge Schaap (penggergajian kayu), De Zoeker & Oil Mill De Bonte Hen (pembuat minyak), ditambah dua kincir kecil De Windhond (pengasah batu) dan De Hadel (penguras air).

SPhotoEditor-20171111_211942-01Meskipun kincir-kincir angin ini beroperasi dari sumber tenaga angin, tetap diperlukan campur tangan manusia untuk mengatur kecepatan mesin dengan mengubah posisi gulungan layar di tiap baling-baling kincir. Het Jonge Schaap merupakan kincir angin terbaru yang dibangun De Zaansche Molen. Walaupun baru, Het Jonge Schaap didirikan berlandaskan konstruksi yang didesain Anton Sipman (1906-1985). Diperlukan tahunan untuk menyelesaikan kincir angin ini, sampai pada akhirnya diresmikan pada tanggal 27 September 2007. Het Jonge Schaap merupakan kincir angin yang bekerja menggunakan gergaji raksasa untuk memotong balok-balok kayu. Kekuatan gerakan gergaji ini bergantung pada putaran kincir yang sangat mengandalkan tenaga angin. Petugas menjelaskan bahwa gerakan gergaji horizontal beralih menjadi gerakan vertikal melalui sebuah poros. Gerakan vertikal inilah yang nampak berwujud sebagai gerakan gergaji naik-turun yang memotong balok-balok kayu. Suara gergaji terdengar begitu nyaring memecah kesunyian di tepian sungai yang syahdu.

SPhotoEditor-20170929_220957-01-01Melengkapi kepuasan berwisata di kawasan ini, pelancong berkesempatan mengunjungi pabrik pembuatan sepatu kayu bakiak yang disebut klompen, yang bernama Wooden Shoe Workshop ‘de Zaanse Schans. Saat memasuki pabrik ini, mata terpana menatap ratusan sepatu bakiak yang disematkan pada langit-langit dan dinding ruangan. Begitu cantik dan imut, berwarna-warni memeriahkan penglihatan.

SPhotoEditor-20171111_215719-01Dipresentasikan pula bagaimana proses pembuatan klompen melalui mesin dengan teknologi modern. Balok-balok kayu basah dipotong-potong menurut ukuran yang diinginkan. Tidak sampai 8 menit, klompen selesai dibuat dari mesin yang tekun berputar. Setelah itu, sepatu harus dijemur hingga kering selama 2 minggu lamanya. Barulah kemudian klompen dapat diwarnai dan dilukis dengan motif cantik dan menarik.

SPhotoEditor-20171111_205712Bertempat di sebuah gudang otentik, Cocoa Lab menawarkan wisatawan untuk membuat minuman cokelatnya sendiri hanya dengan membayar €2 saja. Cocoa Lab adalah salah satu lokasi yang sayang dilewatkan jika kamu adalah pecinta cokelat sejati. Disini tersedia banyak pilihan cokelat yang bisa dicicipi dan dibeli. Ada pula pabrik pembuat keju Cheese Farm Catharina Hoeve yang dengan senang hati mempersilakan pengunjung mencicipi potongan keju yang telah dipersiapkan secara gratis.

SPhotoEditor-20171111_211122Terdapat pula museum-museum lain yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi di kawasan Zaanse Schans, diantaranya ialah Zaans Museum yang menyimpan koleksi artefak-artefak yang mempresentasikan kehidupan masyarakat Belanda ratusan tahun yang lalu, Verkade Paviljoen yaitu museum produsen coklat dan kue, Albert Heijn Museum Shop adalah supermarket tertua dan terbesar sekitar tahun 1887 yang didirikan Albert Heijn, dan masih banyak lainnya. Bagi pemburu cendera mata, Zaanse Schans tidak luput menyediakan Toko Vrede Souvenirs & gifts, De Saense Lelie yang menjual perhiasan dan Toko Het Jagershuis. Zaanse Schans juga menyediakan tur keliling menggunakan perahu yang berlayar menyusuri Sungai Zaan.

SPhotoEditor-20171111_221113-01Tiket

Untuk memasuki wilayah Zaanse Schans, traveler tidak dipungut biaya alias gratis. Tapi perlu diperhatikan, untuk dapat memasuki kincir-kincir angin dan melihat aktivitas produksi didalamnya, dikenakan biaya. Normal biaya masuk per museum berkisar €10 dan biaya masuk per kincir angin adalah €4.

Jika ingin berekplorasi lebih detail, ditawarkan sebuah Zaanse Schans Card seharga €11,5 untuk dewasa dan €7 untuk anak-anak. Dengan membeli kartu ini, pengunjung dapat masuk ke semua museum dan kincir angin tanpa dipungut biaya lagi, jadi Zaanse Schans Card menolong traveler untuk lebih hemat.

SPhotoEditor-20171111_194949-01Jadwal

Museum, kincir angin, toko oleh-oleh dan pabrik yang berada di area Zaanse Schans, mayoritas beroperasi mulai pukul 10.00-17.00. Jadi setiap orang dapat mengeksplorasi kecantikan Zaanse Schans dengan sesantai mungkin. Tidak perlu terburu-buru dan emosi berlebihan, karena alih-alih menikmati liburan, malah akan menjadi stres dan kelelahan.

SPhotoEditor-20171111_221727-01Transportasi

Untuk berkunjung ke Zaanse Schans dapat dilakukan dengan tiga cara yakni menggunakan kereta, bus dan mobil. Jika menaiki kereta, pilihlah tujuan ke Stasiun Koog Zaandijk, lama perjalanan sekitar 17 menit. Dari Stasiun Koog Zaandijk, diharuskan berjalan kaki selama 15 menit melewati Desa Zaandijk sebelum tiba di Zaanse Schans. Biaya kereta €3. Kira-kira 20 meter dari Stasiun Koog Zaandijk, disediakan peta secara gratis.

Sedangkan jika menggunakan bus, bisa memilih bus jalur 391 dari Amsterdam Centraal, lama perjalanan kira-kira 45 menit. Pemberhentian terakhir bus tepat berada di samping pintu utama Zaanse Schans. Pada hari kerja, bus tersedia setiap 15 menit. Namun saat akhir pekan (sabtu dan minggu), bus hanya tersedia setiap 1 jam dan itupun terbatas sampai sore hari saja. Biaya bus seharga €5.

Jika memilih mengendarai mobil dari Amsterdam, akan memakan waktu 20-30 menit untuk tiba di sana.

SPhotoEditor-20171111_205843-01

9 thoughts on “Zaanse Schans

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s