Volendam

Ditulis oleh Kika Simonsen

Salah satu cita-cita luhur traveler Indonesia saat berlibur ke Belanda ialah berfoto ala-ala meneer dan nonik Belanda. Berfoto dengan mengenakan pakaian adat Belanda lengkap dengan atributnya seperti sepatu kayu, celana, rok, rompi, serta topi adalah menjadi sebuah kewajiban yang tidak akan dilewatkan. Nah di Volendam lah, lokasi studio-studio yang menawarkan jasa untuk pemotretan ini berdiri. Boleh dibilang, belum sempurna berlibur ke Belanda, jika tidak bertandang ke Volendam.

SPhotoEditor-20171121_195103-02Fakta uniknya, terungkap bahwa studio-studio foto di Volendam ini, rata-rata dipenuhi oleh orang Indonesia! Hal tersebut terlihat dari sederet wajah yang menghiasi etalase-etalase di deretan studio, lebih dari separuhnya adalah wajah-wajah orang Indonesia. Selain orang awam, nampak pula rupa-rupa sosok terkenal seperti tokoh politik dan artis papan atas Indonesia terpajang di etalase. Contohnya saja Gus Dur, Megawati, Rima Melati, Kris Biantoro, Raffi Ahmad dan Gigi, serta masih banyak lagi.

SPhotoEditor-20171121_195028-02Jika kita telisik lebih lanjut, travel perjalanan wisata yang diperuntukan untuk wisatawan Indonesia, pada umumnya mengagendakan sesi pemotretan dengan busana tradisional Belanda. Maka dari itu jika berlibur ke Belanda melalui grup tour, sudah dipastikan Volendam menjadi salah satu destinasi wajib yang akan dituju dan sesi pemotretan ala Lady Dutch ini tidak akan terlewatkan.

SPhotoEditor-20171121_194929-03Saat memasuki studio foto tersebut, pelancong akan disambut ramah oleh pegawai yang dengan cekatan membantu pengunjung berbusana. Bermacam-macam kostum dengan ukuran yang berbeda, tergantung dengan rapi di ruang ganti. Praktisnya, kita tidak perlu menanggalkan pakaian yang kita kenakan. Kostum-kostum itu disematkan dengan menumpuk baju yang kita pakai. Dalam waktu singkat, pengunjung menjelma menjadi meneer dan nonik Belanda.

SPhotoEditor-20171121_193716-02Background foto yang ditawarkan pun beraneka rupa, setiap orang diberi kebebasan untuk memilih. Selain itu, pengunjung juga diperkenankan bergaya sesuai kehendak mereka, menginginkan berpose berdiri atau duduk, sambil membawa alat musik atau rangkaian tulip. Sementara itu, kami memutuskan untuk berpose mengikuti arahan fotografer dan pengarah gaya. Fotografer mengambil beberapa kali take untuk mendapatkan hasil terbaik.

SPhotoEditor-20171122_001033Diantara kesekian banyak studio foto yang berdiri berderet, terdapat dua studio yang sangat populer namanya dibenak pelancong Indonesia yakni Foto de Boer dan Fotograaf Zwarthoed. Kami mencoba berfoto di kedua studio tersebut dan inilah hasilnya:

Foto De Boer20170929_122805-04

Fotograaf  Zwarthoed

SPhotoEditor-20171122_024212-05

Tarif foto satu orang berkisar €15, jika berfoto berdua dikenakan biaya €20, foto bertiga seharga €25, dan foto keluarga beranggotakan 4 orang berkisar €28, foto berlima dikenakan biaya €32 dan seterusnya. Jika ingin mencetak ekstra foto, perlembarnya harus membayar €5. Jikalau ingin meminta soft copy dalam bentuk CD, dibebani biaya tambahan €5. Cetak foto dan CD dapat diambil di hari yang sama dengan menunggu 30 menit saja. Sementara itu tidak semua studio foto yang mengizinkan pengunjungnya untuk mengambil foto dengan kamera sendiri (kamera handphone).

SPhotoEditor-20171121_200344-03Singgah di Volendam benar-benar bukan sebuah keputusan yang salah, selain kita berkesempatan melakukan sesi pemotretan sakral karena dianggap sebagai syarat wajib mencapai kesempurnaan berlibur ke Belanda, kita akan tersihir dengan keindahan desa nelayan ini. Memasuki desa Volendam, pelancong disambut oleh pemandangan perkampungan yang begitu bersahaja dan menawan, rumah-rumah khas yang mayoritas bercat hijau dan sedikit hitam, dibangun berdempetan dan berdekatan satu sama lain. Meskipun rumah-rumah itu rata-rata berukuran kecil sekitar 7 x 8 meter persegi dan berdinding kayu papan, nampak sangat menarik. Bentuk dan warna rumah-rumah kayu milik penduduk ini, dirancang dengan gaya yang hampir seragam, berpadu indah dengan kanal-kanal kecil yang mengalir diantaranya. Segalanya nampak begitu harmoni dan selaras.

SPhotoEditor-20171122_001627-02Volendam adalah sebuah desa nelayan yang terletak di bibir pantai Propinsi Noord Holland (Belanda utara), merupakan desa terpenting di kotamadya Edam-Volendam yang berstatus desa. Desa yang terletak di muara Sungai Ije ini, kini menjadi salah satu spot wisata andalan Belanda. Volendam sangat ramai dikunjungi banyak wisatawan dari segala penjuru dunia, termasuk oleh warga Belanda itu sendiri. Bahkan seorang seniman besar Pablo Picasso, konon kerap kali menghabiskan waktunya untuk mencari inspirasi di desa cantik ini.

20170929113305_IMG_3946-04Sejak 1880-an, Volendam memang sangat populer di kalangan seniman. Mereka menangkap karakteristik unik dari desa ini yang begitu memikat dan tak lekang tergerus waktu. Pesona Volendam telah mengilhami dan menginspirasi mereka, untuk menghasilkan karya-karya seni yang indah. Masyarakat Belanda sendiri beranggapan bahwa Volendam terkenal dengan penyanyi dan musisinya. Musik karya musisi Volendam, banyak memberi pengaruh dinamis pada perkembangan musik Belanda dan beberapa penyanyi paling populer di Belanda, berasal dari desa ini.

20170929132340_IMG_3992-02Dahulu kala Volendam hanyalah sebuah pelabuhan kecil untuk kapal-kapal ikan di wilayah Edam, dengan mayoritas penduduk yang bermata pencarian sebagai petani dan nelayan. Tapi saat Edam mendirikan pelabuhannya sendiri, Volendam kemudian memisahkan diri. Desa ini berdiri pada tahun 1462, lambat laun namun pasti, bertumbuh menjadi sebuah desa yang makmur. Kampung nelayan yang pada mulanya hanya berpenduduk sekitar 25 orang itu, kini telah dihuni oleh lebih dari 22.000 penduduk. Usaha pemerintah setempat mempromosikan desa ini,  yang dulunya kumuh menjelma menjadi desa yang menarik hati, layak diacungi jempol.

SPhotoEditor-20171122_004704-04Sepatu bakiak Belanda yang disebut klompen, memiliki sejarah yang menarik untuk diketahui. Ratusan tahun yang lalu, Volendam merupakan kawasan yang dikelilingi lumpur. Ketidaknyamanan ini, memunculkan ide penduduk untuk menciptakan sepatu kayu yang dirasa kuat dan berbahan dasar murah. Klompen sangat ringan dan dapat membantu kaki lebih hangat pada musim dingin. Saat musim panas menjelang, klompen dapat memberikan sensasi dingin pada telapak kaki. Sejak itu diproduksilah klompen-klompen secara besar-besaran karena kebutuhan yang meningkat, hingga pada akhirnya menjadikan sepatu kayu ini sebagai salah satu icon Belanda.

20170929112632_IMG_3944-01Sisi menarik Volendam adalah atmosfir dan suasananya yang menyuguhkan Belanda dengan nuansa tempo dulu. Magnet kuat Volendam dibandingkan daerah lain adalah komitmennya dalam mempertahankan ciri khas budaya tradisional Belanda hingga saat ini. Busana daerah masyarakat Volendam adalah salah satu pakaian tradisional Belanda terbaik dan paling populer di negara kincir angin ini. Walau sekarang sudah jarang ditemui, nampak beberapa wanita berusia lanjut, masih mengenakan pakaian tradisional Belanda dalam keseharian mereka. Meskipun begitu, penduduk desa menyadari penuh betapa besarnya nilai busana tradisional mereka dalam upaya mendongkrak pariwisata. Sebagian besar penduduk tidak mengendarai mobil. Jalan-jalan dibangun dengan bahan dasar paving block yang sangat bersih dan terawat baik, memanjakan pedestrian yang nyaman untuk para pejalan kaki.

20170929115204_IMG_3974-05Saat melangkahkan kaki menuju tepian pantai, angin laut akan membelai dengan lembut setiap helai rambut dan permukaan kulit. Karena Volendam adalah kampung nelayan, pemandangan sejumlah nelayan yang tampak sibuk memperbaiki jala sembari berbincang-bincang dengan rekannya, adalah hal yang umum ditemui di sana. Di bibir pantai, kapal-kapal nelayan berbaris rapi. Nampak segerombolan burung camar, menebas udara terbang melayang-layang kian kemari. Sesekali terdengar kicauannya beradu manis dengan suara deburan ombak, layaknya ciri khas suasana daerah pantai.

20170929112411_IMG_3941-02Saat berada di Volendam, jangan sia-siakan kesempatan untuk bertandang ke pusat perbelanjaan. Harga segala pernak-pernik suvenir khas Belanda yang dijual di desa ini, ditawarkan lebih murah jika dibandingkan dengan harga di berbagai toko oleh-oleh di Amsterdam.

SPhotoEditor-20171122_004442-02Restoran

Diantara deretan toko-toko suvenir, tersedia pula bermacam-macam restoran sebagai pelepas dahaga dan rasa lapar. Menu andalan mereka adalah masakan yang berbahan dasar ikan atau seafood. Beberapa menu khas Volendam yang pantas dicoba, diantaranya gerookte paling, lekkerbek van kabeljauw, zoute haring, gerookte makreel, dutch mussels dan masih banyak lagi.

Gerookte Paling

SPhotoEditor-20171121_200033-02

Lekkerbek van Kabeljauw

SPhotoEditor-20171121_210128-01Sebagian besar restoran di Volendam dibangun di tepi pantai. Sayangnya, besarnya jumlah wisatawan yang berkunjung, berimbas buruk terhadap kualitas makanan dan pelayanan. Banyak dari restoran-restoran itu tidak begitu menonjolkan kelezatan makanan yang mereka sajikan, karena tanpa usaha keras pun, begitu mudahnya konsumen berdatangan dengan sendirinya. Berikut ini beberapa restoran dan kios makanan yang pantas dan layak direkomendasikan, antara lain De Witte Delisnacks Volendam, Bistro d’Ouwe Helling, De Haven Volendam, dan lain-lain.

Dutch Mussels

SPhotoEditor-20171121_204725-02Hotel

Jika memutuskan untuk menghabiskan malam dan menikmati kesyahduan Volendam lebih lama, tersedia beragam pilihan hotel dan penginapan menarik, sebut saja Old Dutch Hotel-Restaurant Le Pompadour, Hotel Spaander, DV Groep Bed & Breakfast dan lain-lain.

SPhotoEditor-20171122_004112-02Transportasi

Volendam dapat diakses dengan menggunakan bus 316 atau bus 312 di Amsterdam Centraal Station dengan tujuan Edam-Volendam, tarif tiket berkisar €4,39. Kemudian harus stop di Halte Julianaweg. Lama perjalanan menggunakan bus akan memakan waktu 30-40 menit. Alternatif lain dengan menaiki bus 110 dari Purmerend railway station dengan tujuan Volendam. Harga tiket bus €3,45. Lama perjalanan menggunakan bus 110 menempuh waktu 30-40 menit.

Pada pertengahan Maret-akhir Oktober tersedia kapal feri dari atau ke Marken, yang berangkat setiap 30 sampai 45 menit sekali. Tarif tiket satu arah €7,5 sedangkan harga tiket pulan-pergi €9,95.

Jika mengendarai mobil dari Amsterdam ke Volendam, akan memakan waktu sekitar 20-30 menit.

SPhotoEditor-20171121_200710-02

6 thoughts on “Volendam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s