Colmar

Ditulis oleh Kika Simonsen

Colmar adalah sebuah kota kecil nan elok, di mana kita merasa harus mencubit diri sendiri untuk percaya bahwa apa yang terlihat dipelupuk mata, bukanlah mimpi. Colmar adalah a fairy-tale in real life, salah satu kota tercantik di eropa yang pernah saya kunjungi. Colmar sangat lihai membangkitkan imajinasi kita tentang kisah-kisah negeri dongeng yang kita dengar di masa anak-anak. SPhotoEditor-20171201_201346Saking cantiknya, konon keindahan Colmar yang terletak di dekat perbatasan Jerman ini, telah mengilhami pembuatan setting film Beauty and the Beast produksi Walt Disney. Kampung halaman Belle diilustrasikan menyerupai Colmar. SPhotoEditor-20171201_212534-02 (2)Colmar adalah komune terbesar ketiga di wilayah Alsace di utara-timur Prancis. Colmar yang membanggakan dirinya sebagai ibu kota Alsatian ini, terkenal sebagai kota tua yang terpelihara dan sangat terawat baik, diberbagai landmark arsitektur bangunan dan museum-museumnya. Colmar dianggap mampu mempertahankan suasana ‘kota pedesaan’ yang sangat menyumbang pesona, digolongkan sebagai kawasan konservasi budaya yang direstorasi secara hati-hati dan berkelanjutan selama lebih dari 25 tahun. Pengaruh dari Swedia, Jerman dan tentu saja Prancis, berpadu menjadi satu, memainkan peran penting dalam keanekaragaman budayanya yang unik.

SPhotoEditor-20171201_224422-02Bicara mengenai sejarah, wilayah teritori Alsace pernah berada dalam naungan bendera Jerman pada tahun 1871-1918 sebagai hasil dari Perang Franco-Prussian. Setelah diadakan Perjanjian Versailles pada tahun 1919 yang memetakan wilayah eropa, disepakati bahwa Jerman wajib mengembalikan Alsace-Lorraine ke Prancis setelah menguasainya selama lebih dari 40 tahun. Namun pada tahun 1940, Nazi Jerman berhasil mengepakkan kekuasaannya hingga ke Colmar. Akhirnya di tahun 1945, Prancis dapat merebutnya kembali dan hingga sekarang menjadi bagian dari kedaulatan Prancis. Latar belakang sejarah yang sedemikian rupa, membuat Colmar dan kota-kota lain di regio Alsace, terpengaruh budaya Jerman yang teramat kuat terutama dalam bidang arsitektur rumah dan bangunan (half timbered house), makanan, serta bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Generasi tua di Colmar dan sekitar Alsace, masih berbicara dengan bahasa Alsatian-Jerman. SPhotoEditor-20171201_192628-02Butuh waktu yang tidak singkat untuk mengeksplor warna-warni Colmar. Bagaimana tidak, langkah kaki selalu terhenti setiap beradu dengan keindahan rumah-rumah dengan warna-warna pastel yang unik, ingin rasanya senantiasa mengabadikannya dalam bidikan kamera. Setiap sudut kota ini membuat takjub!

20170709115656_IMG_8393-02.jpegSeperti kota-kota tertua lain di eropa, mobil tidak diizinkan masuk ke kawasan wisata (kawasan kota tua Colmar). Hal ini malah memungkinkan kita dapat mengamati setiap detail kota abad pertengahan ini, dengan seksama. SPhotoEditor-20171201_223755-02Saat menyusuri jalan-jalan berbatu di Colmar, seolah-olah kita sedang berada dalam satu set film besar dengan ratusan rumah berbingkai kayu half timbered house yang berusia setengah abad, berhias kanal-kanal kecil dari aliran Sungai La Lauch yang mengalir tenang diantara rumah yang semarak berwarna-warni. Kafe dan restoran berjajar di gang-gang, bersolek dengan perabotan-perabotannya yang sarat makna.

SPhotoEditor-20171201_224904-02Menikmati keindahan Colmar bisa dilakukan dengan beragam cara, tidak hanya dengan berjalan kaki, menggunakan perahu kayu yang melintasi kanal yang membelah kota, juga merupakan alternatif yang menarik. Boat tour mengelilingi kanal menempuh waktu 20-30 menit, dipatok biaya sekitar €6, perahu dapat mengangkut 7 orang sekali jalan. Bout tour ini sangat populer sehingga kursi sering terjual habis masa periode high season, jadi pastikan untuk pergi di pagi hari atau membuat reservasi. Jika datang lebih awal, tidak perlu mengantri dan bisa duduk di depan menikmati pemandangan, tanpa terhalang tubuh orang lain. SPhotoEditor-20171201_200545-02Selain itu, menjelajahi Colmar dapat juga dilakukan dengan kereta. Dengan tarif serupa berkisar €6,50, akan menempuh waktu 20-30 menit mengelilingi kota tua. Sayangnya jika mengendarai kereta, kita diwajibkan mengikuti rute tanpa berhenti. Jika melihat beberapa spot menarik dan mengundang untuk disambangi, kita terpaksa harus merelakannya terlewat di depan mata. SPhotoEditor-20171201_230841-02.jpegSaran saya, sebelum menjelajahi kota tua, sempatkanlah ke tourism centre yang terletak berseberangan dengan Museum Unterlinden. Pelancong akan mendapat peta Colmar’s points of interest secara gratis. Terdapat 42 tempat menarik yang patut dikunjungi satu per satu.

 

SPhotoEditor-20171201_210249-02La Petite Venise

Colmar menawarkan berbagai macam suguhan menakjubkan. Di sini terdapat banyak sekali atraksi menarik yang sayang untuk dilewatkan, salah satunya yang terpopulernya adalah La Petite Venise. Meskipun tidak semegah Venesia Itali, kanal kota Colmar dijamin dapat memanjakan mata. Di sepanjang La Petite Venise yang bernuansa romantis, nampak bangunan khas Alsatian di sisi kiri dan kanan serta jembatan yang kaya warna dan meriah, tak pelak banyak pengunjung berkumpul dan berfoto di sepanjang La Petite Venise ini.SPhotoEditor-20171201_190843-01Bartholdi Museum

Colmar adalah kota kelahiran Frédéric Auguste Bartholdi, seorang seniman seni rupa termasyur yang mendesain Patung Liberty, hadiah Perancis untuk Amerika. Rumah kelahiran Bartholdi saat ini dijadikan salah satu museum kebanggaan kota Colmar, yang menampilkan karya-karya Bartholdi seperti patung-patung dan lukisan-lukisan yang luar biasa artistik. 20170709132201_IMG_8551-02Fishmonger’s District

Untuk melengkapi kepuasan pengunjung, terdapat pasar indoor dan outdoor yang menawarkan produk pertanian lokal yang segar. Menjelajahi pasar adalah cara untuk berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah. Beberapa pedagang akan membiarkan pelancong mencicipi produk yang mereka jual. Cobalah untuk membeli, jika merasa tertarik.SPhotoEditor-20171201_191042-01 (1)Maison Pfister

La Maison Pfister adalah salah satu rumah tertua di Colmar. Didirikan pada tahun 1537 oleh Ludwig Scherer Hatter, seorang saudagar perak kaya raya yang melakukan perdagangan uang di Val de Liepvre. La Maison Pfister merupakan simbol Colmar tua dan memiliki pengaruh kuat dari gaya Renaissance berhias dengan oriel sudut di dua lantai, galeri kayu, menara segi delapan dan lukisan mural tentang adegan alkitabiah.SPhotoEditor-20171201_191642-02Maison Adolph

Dibangun sekitar tahun 1350, rumah ini dianggap salah satu yang tertua di Colmar. Rumah megah milik keluarga Adolph ini, memiliki jendela yang sangat antik bernuansa gothik yang diciptakan pada akhir abad ke-19. Desain jendela merupakan perpaduan racikan seni religius dengan arsitektur masa Renaissance. SPhotoEditor-20171202_005603-02Maison des Tetes (Rumah Kepala)

Maison des Tetes adalah sebuah hotel kuno nan megah yang dibangun pada tahun 1609 dan lebih dikenal dengan sebutan House of Heads karena di dekorasi dengan 106 kepala yang membuat mata terkesima. Bangunan 3 lantai ini, di prakarsai oleh Anton Burger. Maison des Tetes memiliki tatanan tembaga yang dipahat cantik pada tahun 1902 oleh seniman kenamaan Frédéric Auguste Bartholdi. Saat ini Maison des Tetes menjelma menjadi sebuah hotel dan restoran kelas atas termewah di Colmar tua. SPhotoEditor-20171201_214535-02The Église Saint-Martin (St. Martin church)

Église Saint-Martin (gereja St. Martin) adalah sebuah gereja Katolik Roma yang memiliki daya tarik yang kuat dan wajib dikunjungi saat berada di Colmar, Haut-Rhin, Prancis. Gereja yang bergaya arsitektur Gothik utama ini, pada awalnya dijadikan sebagai sebuah perguruan tinggi yang didedikasikan untuk kultus Martin of Tours. Atap genteng yang berwarna, mengingatkan pada Collégiale Saint-Thiébaut di Thann. Seiring waktu dan kebutuhan, gereja yang dibangun sejak tahun 1292 ini, juga berfungsi lain yakni sebagai perpustakaan Fransiskan, rumah sakit, gereja protestan, dan lokasi untuk Colmar International Festival of Music di musim panas.

SPhotoEditor-20171201_214950-02Kawasan kota tua Colmar tidak terlalu besar, bisa dijelajahi dalam satu hari perjalanan atau bermalam jika ingin menikmatinya hingga mencapai titik kepuasan. Colmar adalah salah satu kota kecil yang menawan di Prancis, di mana kita dimanjakan dengan suasana bernuansa dongeng dan godaan momen berfoto di setiap sudut. SPhotoEditor-20171201_205510-01 (1)Waktu Terbaik Berkunjung

Periode terbaik berkunjung ke Colmar adalah saat musim semi dan natal. Kota kecil nan jelita ini, nampak lebih elok dengan munculnya bunga-bunga indah dan mentari yang hangat menyapa. Sebagai bonus tambahan, pada bulan April Colmar menyelenggarakan festival musim semi tahunan yakni Fête le Printemps.20170709134219_IMG_8602-03 (1)Fête le Printemps tahun depan akan digelar pada 29 Maret-15 April 2018. Selama dua minggu, diselenggarakan pasar yang bernama Place des Dominicains dan Place de l’Ancienne Douane. 70 penjual ikut memeriahkan pameran, menjual benda-benda paskah tradisional khas Colmar.SPhotoEditor-20171201_213532-04 (1)Di bulan Desember, Colmar menggelar pasar-pasar natal yang sangat spektakuler, bahkan diakui menjadi salah satu pasar natal tercantik di eropa. Ada sesuatu yang ajaib tentang kota ini, di mana perayaan natalnya meniupkan atmosfer yang ekstra meriah. Kota tua ini akan dihiasi oleh ribuan lampu dan hiasan gemerlapan. Pasar-pasar natal di Colmar menawarkan aneka aksesoris natal, hingga makanan serta minuman yang hanya dapat dinikmati ketika natal menjelang. Bukan hanya satu, melainkan lima pasar yang berbeda, yang masing-masing dapat dicapai dengan berjalan kaki. Colmar adalah spot populer di bulan Desember, karena menjadi magnet tersendiri khusus penikmat kemeriahan pasar natal yang cantik. 20170709201845_IMG_8796-03Wine

Kota ini berada di rute wilayah anggur di Alsace, salah satu daerah penghasil anggur dunia yang sangat terpandang. Karena sering disebut sebagai ibu kota anggur Alsace, Colmar setiap tahunnya menggelar festival anggur khusus area Alsace pada bulan Agustus yang disebut-sebut Colmar Wine Fair, yang telah berlangsung selama enam dekade.SPhotoEditor-20171201_193908-02Restoran

Karena letaknya yang dekat dengan perbatasan Jerman, tidak mengherankan jika kuliner daerah Colmar adalah perpaduan masakan Prancis-Jerman. Kota ini menawarkan bermacam-macam restoran dan toko-toko dengan kualitas yang mengesankan. Ada beberapa restoran berkelas bintang Michelin yang disungguhkan di sekitar Colmar, diantaranya ialah JY’S (Michelin guide 2017), L’Atelier du Peintre (Michelin guide 2017), Brasserie La Maison des Tetes (Michelin guide 2017), A l’Echevin (Michelin guide 2017) dan masih banyak lagi.

Hidangan di A l’Echevin20170709204916_IMG_8810-02

Meskipun harga-harga di Colmar relatif mahal, namun usah khawatir karena tersedia berbagai hidangan yang seusai kantong backpacker. Di kota ini ada banyak sandwich shop dengan bermacam-macam varian rasa,  seharga £3 per porsi. Cukup terjangkau! Selain itu, Colmar dilengkapi dengan kehadiran restoran-restoran halal yang membuat hati aman menepis kekhawatiran, seperti restoran Capitol dan Oses. Capitol menyediakan menu kebab dan sejenisnya, sedangkan Oses adalah sebuah restoran untuk kaum vegetarian.20170709142958_IMG_8660-02Kuliner lokal bercitarasa yang cukup populer di sini adalah flambée tarte, berupa adonan roti tipis yang dilapisi dengan susu dari crème fraiche yang dibubuhi irisan bawang dan lardons tipis. Penduduk Colmar sangat menggemari santapan lezat yang terbuat dari hati angsa yang disebut foie gras, Saking menggemarinya, di dinding-dinding rumah mereka, banyak terlukis dengan gambar angsa yang lucu sebagai dekorasi pemanis rumah.

Foie Gras20170707193205_IMG_7621-02

Hotel

Jika ingin tinggal di sebuah apartemen, salah satu pilihan terbaik yakni apartemen Les Appartements de Rumah Petite Venise yang terletak diantara hunian penduduk berlatar belakang hutan. Beberapa hotel yang memiliki reputasi terbaik yang bisa dijadikan acuan diantaranya ialah Hostellerie Le Marechal, La Maison des Tetes, Hotel Saint Martin, Le Relais du Ried Hotel dan lain-lainnya. SPhotoEditor-20171201_202917-02Transportasi

Akses ke Colmar bisa ditempuh dari Paris dengan kereta TGV atau bisa juga memilih kereta TGV yang turun di Strasbourg, lalu berganti dengan kereta TER, yang tersedia setiap 30 menit – 1 jam sekali. Lama perjalanan dari Paris ke Colmar berdurasi 3 jam. Untuk pemesanan tiket kereta, dapat mengecek situs berikut TGV atau www.raileurope.com. Jika menginginkan harga lebih murah, lakukan pembelian tiket jauh-jauh hari. SPhotoEditor-20171201_192208-02 (1)Jika perjalanan ke Colmar dimulai dari Strasbourg, dapat mengambil kereta TER tujuan Colmar, dengan lama perjalanan 30 menit. Kereta TER tidak bernomor tempat duduk, jadi siapa yang cepat, ia mendapat tempat yang diinginkan. SPhotoEditor-20171201_220446-02Alternatif lain dengan menaiki flixbus atau megabus tujuan Colmar, yang pemesanan tiketnya dapat melalui www.flixbuz.com atau www.busbud.com Kota Colmar dapat juga di akses dari kota Freiburg, Jerman karena jaraknya hanya 51 km atau dari kota Basel, Swiss yang berjarak hanya 65km.SPhotoEditor-20171202_010742-02 (1)Jika memilih mengendarai mobil dari kota Strasbourg, akan memakan waktu 50 menit atau lebih. 

Colmar benar-benar telah menemukan tempat di hati saya sebagai salah satu kota tercantik di Eropa.

Selamat berlibur!

SPhotoEditor-20171201_230307-02

10 thoughts on “Colmar

  1. Suka banget sama gambar2nya. kalo gambar2nya ini diupload di Group BI pasti bakal rame postingannya. wah seandainya punya waktu banyak pengen sekali mampir kesini ^^
    Makasih Mb Kika, ditunggu postingan-postingan serunya lagi, kalo ada seputar Belgia, Holland dan Cologne dunk. yang berbeda dari yang lainnya

    Liked by 1 person

  2. Yang selalu bikin saya penasaran adalah sepertinya di Eropa banyak bangunan tua yang tetap terawat. Apakah di sana memang ada peraturan untuk tidak boleh membongkar bangunan atau memang kesadaran masayarakatnya? Keren banget semua bangunannya

    Liked by 1 person

    1. Saya rasa karena saat membangun setiap gedung atau rumah-rumah, mereka memikirkan serius bagaimana kualitas konstruksi bangunannya. Selain itu kesadaran masyarakatnya sangat tinggi dalam menjaga kebersihan dan perawatan bangunan.

      Like

  3. kerennnn bgt nih reviewnya lengkap bangettt Sis!
    ampe baca ulang2 kyknya tambah suka ama ulasannya..
    oh ya sis skalian nanya dong, kalo 1 hari dari strasbrough ke colmar dan riquewihr kira2 cukup ga ya waktunya?
    rencananya straske colmar lalu lsng naik bus ke riquewihr..di riquewihr mgkn halfday lalu balik ke colmar dari petang sampai malam.
    is it recommended sis?

    btw suksesss blognya ya sis…..

    Liked by 1 person

    1. Hai Calvin,

      Terima kasih sudah bersedia mampir ke blog saya. Saya rasa cukup ya dalam sehari menjelajahi Colmar dan Riquewihr. Destinasi wisata Colmar HANYA TERLETAK DI KOTA TUA, jadi areanya tidak begitu besar. Desa Riquewihr juga luas kawasannya tidak begitu luas. Saat bertandang ke Riquewihr, jangan lupa mendaki ke atas kebun anggur, karena di sana Calvin bisa mendapatkan view terbaik dari Riquewihr. Indah sekali! Di Colmar banyak cafe yang menjual makanan enak-enak banget, saya hingga hari ini masih terkenang dengan salad yang dijual di sana hahahaha… Tapi jangan lupa untuk mengamati harga terlebih dahulu, karena banyak yang menjual terlalu mahal… Selamat berpetualang!

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s