Keukenhof

Ditulis oleh Kika Simonsen

Apakah yang terlintas di benakmu saat memutuskan berkunjung ke Belanda? Bunga tulip yang menari-nari di pelupuk mata! Ya, bunga tulip adalah trade mark negeri Belanda. Jika kamu bermimpi berlari-lari di lautan tulip berwarna-warni, maka Taman Keukenhof adalah tempatnya. Keukenhof yang dalam bahasa Belanda berarti kebun dapur, adalah taman tulip yang paling indah di dunia dan merupakan yang terbesar di eropa. Keukenhof merupakan salah satu tempat wisata Belanda yang paling tersohor, yang mampu menyedot lebih dari satu juta pengunjung setiap tahunnya.SPhotoEditor-20171209_151242-02Bicara mengenai sejarah, tulip yang sangat identik dengan Belanda dan menjelma menjadi sang primadona, kendatinya bukan tanaman asli dari Belanda. Tulip sejatinya berasal dari negara-negara Turki, Iran, Pakistan, Afganistan, dan beberapa daerah di kawasan Asia Tengah. Tulip berkembang pesat di Turki pada masa Kerajaan Ottoman di bawah kekuasaan Sultan Ahmed III (1703-1730). Nama tulip itu sendiri, berasal dari bahasa persia yang berarti toliban dikarenakan bentuknya yang menyerupai turban, penutup kepala yang banyak dipakai oleh pria-pria Persia. Toliban kemudian diserap ke dalam bahasa latin sebagai tulipa.SPhotoEditor-20171209_115636Tulip pertama kali diperkenalkan ke Belanda pada abad ke-16 oleh seorang kepala botani dari Universitas Leiden, bernama Carolus Clusius. Sang genius Carolus Clusius sukses besar dengan eksperimennya mengembangbiakkan tulip di Belanda yang geografis wilayahnya berada di bawah permukaan laut. Hal ini sangat kontras berbeda dengan habitat alami di mana tulip itu berasal. Di daerah asalnya, tulip hanya dapat tumbuh di dataran sangat tinggi berselimut salju tebal. Tak cukup itu saja, Carolus Clusius juga sukses melakukan rekayasa genetika tulip, yang menghasilkan bermacam-macam varian warna-warni baru untuk pertama kalinya! Atas jasa-jasanya, Belanda menobatkan Carolus Clusius sebagai tokoh kunci paling penting dalam sejarah tulip di eropa.SPhotoEditor-20171209_145920-03Setelah Carolus Clusius menulis buku tentang tulip dan melemparnya ke pasaran pada tahun 1592, Tulip menjadi polemik yang menggegerkan masyarakat Belanda. Kaum kelas atas, pedagang terkaya, serta kaum bangsawan, sangat berambisi memilikinya. Tulip yang awal kemunculannya masih berjumlah sangat terbatas,  mencetak harga fantastis yang melambung tinggi setara dengan harga rumah dan berlian. Saat itu tulip menjelma menjadi simbol status sosial.SPhotoEditor-20171209_154159-02Pebisnis menyadari potensi bunga ini sebagai peluang yang dapat menghasilkan pundi-pundi emas dan mencoba merayu Clusius untuk bekerja sama. Alih-alih tergiur dengan ide tersebut, Clusius malah bersikukuh menolak dengan tegas untuk berbagi pengetahuan dan teori-teorinya. Clusius sejatinya seorang ilmuwan yang menilai keistimewaan tulip bukan dari sudut pandang komersial, namun lebih dari perspektif ilmiah. Kendati demikian, para pebisnis tidak patah arang, mereka mencoba mencuri koleksi bibit-bibit tulip Clusius secara teratur. Sejak tahun 1600-an, perindustrian tulip menjadi komoditi utama yang terus tumbuh di Leiden dan Harlem. Dalam waktu relatif singkat, tulip mulai tersebar secara meluas di eropa, khususnya di Belanda.SPhotoEditor-20171209_115704Berdasarkan catatan sejarah, Keukenhof adalah area perkebunan pribadi milik Countess of Hainaut yang bernama Jacoba van Beieren atau Jacqueline atau Jacqueline de Baviere (1401-1436). Kebun tersebut berfungsi sebagai kebun sayur-mayur, tanaman obat-obatan, serta rempah-rempah dapur untuk memasok keperluan hidangan istana sejak abad ke-15. Tak pelak jika dinamakan Kebun Dapur atau Keukenhof.SPhotoEditor-20171209_155015-02Setelah Countess Jacqueline meninggal dunia, kebun obat-obatan ini berganti-ganti pemilik, termasuk salah satunya adalah pimpinan VOC yang bernama Adriaen Maertensz Block. Desain taman Keukenhof pada abad ke-19 dirancang dengan mengadopsi gaya english landscape. Kemudian desain taman tersebut disempurnakan lagi oleh arsitek taman ternama yang membangun Vondelpark, yakni J.D. dan L.P. Zocher.SPhotoEditor-20171209_144542-01Keukenhof secara resmi dibuka untuk umum pada tahun 1949 oleh Walikota Lisse yang bernama W.J.H. Lambooy. Walikota W.J.H. Lambooy berambisi kuat untuk mempromosikan kota Lisse sebagai pusat industri bunga segar dengan bekerja sama dengan 10 perusahaan pengembang tanaman bunga sekaligus. Sang walikota ingin menyediakan sarana yang dapat memfasilitasi para petani dan pebisnis tulip, berlomba-lomba memamerkan teknologi budidaya tanaman yang mereka miliki, dengan menghadirkan spesies-species baru yang memperlihatkan corak dan warna unik yang belum pernah ada sebelumnya.SPhotoEditor-20171209_150428-02Ternyata acara pameran bunga ini mendapat sambutan meriah oleh masyarakat, bahkan menjadi peristiwa berulang setiap tahun yang ditunggu-tunggu dan menarik perhatian banyak pengunjung di seluruh penjuru dunia. Popularitas Keukenhof pun terdongkrak pesat, tumbuh menjadi kebun bunga terbesar di dunia selama lima puluh tahun terakhir. Pameran bunga tahunan Keukenhof tak dapat disangkal merupakan salah satu floral event terbesar di eropa, bahkan dunia! Kegiatan tahunan yang berlangsung setiap penghujung musim semi ini, bermetamorfosis menjadi icon kebanggaan Belanda.SPhotoEditor-20171209_113516-02Perlu diketahui, tulip hanya berbunga saat pertengahan maret hingga mei. Oleh karenanya, taman ini hanya dibuka selama periode tersebut. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pertengahan april, saat puncak-puncaknya tulip bermekaran.SPhotoEditor-20171209_145135-04Di bagian pintu masuk Keukenhof, disediakan peta secara gratis. Masih dalam rangka menyenangkan pengunjung, di seluruh area Keukenhof dilengkapi fasilitas sinyal WIFI yang juga gratis, sehingga wisatawan akan leluasa membagikan foto-foto cantik mereka di media sosial, saat berada di sana.SPhotoEditor-20171209_153757-02Keukenhof ini tidak hanya mempertontonkan keanekaragaman hayati tulip dengan aneka spesies saja, tetapi juga berbagai jenis bunga menarik lainnya seperti hyacinth, daffodil, dutch crocus, iris, snowdrop dan tumbuhan subtropis yang ditanam membentuk gugusan-gugusan berkelompok dengan lajur-lajur yang ditata sedemikian rupa, berdasarkan tema tahunan. Saat berada di Keukenhof, kita seolah-olah seperti terbang melayang di lautan bunga. Koleksi bunga di Keukenhof adalah yang terlengkap, berjumlah jutaan spesies, walaupun memang didominasi oleh bunga tulip.SPhotoEditor-20171209_112526-02Taman seluas 32 hektar ini, terbagi menjadi bermacam-macam gaya desain, tentunya sebagai dasarnya adalah english landscape dengan ciri khas berupa jalan setapak yang panjang, yang dimeriahkan oleh bunga-bunga di samping kiri dan kanan. Selain itu terdapat pula historical garden, di mana pengunjung dapat menikmati koleksi lawas yang dimiliki sejak dahulu kala selama bertahun-tahun. Selanjutnya disajikan tema gaya nature garden yang mengkombinasikan danau kecil, semak-semak dan bunga-bunga tulip, daffodil dan krisan dalam satu rangkaian. Sebagai variasi bernuansa asia yang eksotik, dipersembahkan juga japanese garden. Di area ini, pelancong dapat menikmati taman bernapas Jepang yang menakjubkan, tentu saja dikombinasi dengan sentuhan kultur Belanda.  SPhotoEditor-20171209_152436-02Terletak di penghujung taman di bagian utara, berdiri megah De Keukenhofmolen, sebuah kincir angin yang bisa dimasuki dan dinaiki. Jika beruntung mendapatkan momen yang tepat, dari atas kincir angin ini kita akan dikejutkan oleh pemandangan hamparan ladang tulip yang berbaris rapi menyerupai karpet berwarna-warni. Atraksi lain yang sayang untuk dilewatkan ialah berkeliling menggunakan perahu. Sungguh akan dimanjakan oleh suguhan ladang tulip nan elok sejauh mata memandang!SPhotoEditor-20171209_144849-02Mengingat Keukenhof ini sedemikian populer, maka sangat dianjurkan untuk tiba di pagi hari sebelum taman dijejali oleh ribuan wisatawan. Jika datang terlalu siang, dapat dibayangkan betapa padatnya kondisi taman, tak ubahnya minuman cendol yang terhidang di setiap bulan puasa. Alih-alih menikmati keindahan tulip, malah akan menjadi tidak mengasyikkan. Akan sulit mengabadikan momen dengan hasil foto yang menarik dikarenakan terganggu oleh pengunjung lain yang sibuk berlalu-lalang.SPhotoEditor-20171209_150815-02Selain itu ada baiknya cek prakiraan cuaca di beberapa situs yang menampilkan ramalan cuaca, sebelum bertandang ke Keukenhof. Iklim Belanda pada periode musim semi, sangat sering mendapatkan hujan lebat dan angin kencang. Pastinya akan menjadi sangat tidak nyaman jika saat tiba di taman ini, kita terhalang hujan untuk menikmati keindahannya.SPhotoEditor-20171209_112437-02Kantin dan Restoran

Untuk melepaskan rasa dahaga dan lapar serta memenuhi minat belanja wisatawan, tersedia bermacam-macam penjaja snack kaki lima khas Belanda, kantin-kantin yakni Juliana Paviljoen dan Wilhelmina Paviljoen yang menawarkan beraneka rupa santapan, dan toko-toko suvenir. Taman ini dilengkapi pula dengan arena bermain anak-anak, sehingga buah hati tidak akan mudah dihinggapi rasa bosan dan dapat menyibukkan diri dengan bermain di area Keukenhof.SPhotoEditor-20171209_154308-02Hotel

Jika hati merasa kurang puas selepas mengeksplor tulip di Keukenhof, traveler bisa menyambangi ladang tulip milik petani di wilayah Bollenstreek (bulb region). Jangan melewatkan kegiatan berkeliling menggunakan sepeda yang dapat disewa dengan harga €10/hari untuk menjelajahi surga tulip di pertanian Lisse. Banyak pula beragam pilihan hotel yang tersedia, jika pelancong ingin berlama-lama menetap di sana, diantaranya Hotel De Duif, Van Der Valk Hotel Sassenheim, Fletcher Hotel De Witte Raaf, Hotel NH Noordwijk Conference Centre Leeuwenhorst dan sebagainya.SPhotoEditor-20171209_173239Tiket

Untuk menghindari antrian panjang, belilah tiket secara online melalui situs resmi Keukenhof. Harga tiket masuk periode 22 maret 2018-13 mei 2018 adalah €17 untuk dewasa, €8 untuk anak-anak usia 4-17 tahun, dan €14,75 untuk grup berjumlah dari 20 orang.SPhotoEditor-20171209_171217-02Solusi yang lebih praktis, kebanyakan turis memilih untuk membeli tiket combi yang memberi layanan transportasi berupa tiket bus Arriva Keukenhof Express sekaligus tiket masuk ke Taman Keukenhof. Transportasi dengan combi ini berlaku untuk pulang-pergi, sehingga memudahkan untuk berhemat dan jauh lebih efisien. Adapun harga-harganya ialah tiket combi untuk dewasa dari Schiphol, Leiden dan Haarlem dipatok €24,50, tiket combi untuk dewasa dari Amsterdam seharga €29,50, dan tiket combi untuk anak-anak dari Amsterdam, Haarlem, Schipol dan Leiden yakni €12,50.SPhotoEditor-20171209_170238-02Jika memilih untuk membeli kartu Holland Pass, kabar baiknya adalah harga yang tercantum sudah termasuk harga tiket masuk dan harga bus dari Amsterdam menuju Keukenhof. Jadi tidak perlu membeli paket combi lagi.SPhotoEditor-20171209_170742-02Transportasi

Keukenhof berlokasi di Lisse antara Amsterdam dan The Hague, tepatnya di jantung kota Bollenstreek. Keukenhof sangat terjangkau dengan transportasi publik. Sebut saja jika wisatawan berada di Amsterdam, maka hanya dengan menaiki bus 197, lalu berganti dengan bus Keukenhof Express jalur 858 di Schipol Airport (bus berangkat dari pintu keluar Arrival Hall yang berada di samping Starbucks), maka dalam waktu 30 menit akan tiba di parkiran Keukenhof.SPhotoEditor-20171209_172427-02 (1).jpegSedangkan untuk pengunjung yang berada di Noordwijkerhout, Den Haag, Noordwijk, dan Katwijk, dapat mengambil bus 90. Selain itu traveler yang berada di Harleem, dapat menggunakan bus 50.SPhotoEditor-20171209_164027-02 (1)

 

 

 

4 thoughts on “Keukenhof

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s