Kastil Dragsholm, Kastil Paling Angker di Denmark, di Mana Mayat Seorang Puteri, Ditemukan Terkubur di Salah Satu Dindingnya

Ditulis oleh Kika Simonsen

Kastil Dragsholm adalah sebuah kastil megah dan salah satu yang tertua di Denmark. Dibangun pada tahun 1215 oleh Uskup Roskilde dengan tujuan awal berfungsi sebagai rumah tahanan (penjara) yang dilengkapi dengan toilet dan jendela. Setelah 1694, Dragsholm Castle direnovasi menjadi sebuah kastil berbenteng yang telah melalui berbagai sejarah panjang yang bergulir di Kerajaan Denmark selama ratusan tahun.FB_IMG_1515113272513-02Kastil Dragsholm terletak di ujung selatan Odsherred, berdekatan dengan Teluk Sejerø. Nama Dragsholm berarti “pulau kecil yang dikelilingi the drag”, di mana “the drag” mengacu pada tanah galah yang menghubungkan Odsherred Zealand sebelum reklamasi Lammefjorden.FB_IMG_1515113233762-03Sekarang ini Kastil Dragsholm berada di bawah kepemilikan keluarga kaya raya Bøttger sejak tahun 1939, yang kemudian dikonversi dari sebuah kastil menjadi sebuah hotel mewah yang patut berbangga dengan restoran bergengsinya, yang dianugerahi bintang Michelin pada Michelin Guide Nordic 2017. Kamar-kamar hotel yang ditawarkan di Kastil Dragsholm, sangatlah elegan, cozy dan memiliki karakteristik interior unik pada setiap ruangannya.FB_IMG_1515113268135-02Kastil Dragsholm menyandang predikat sebagai kastil paling berhantu dan paling angker di Denmark, yang konon kabarnya dihuni oleh 100-an hantu. Dari sekian banyak kisah hantu yang beredar, legenda hantu White Lady & Earl of Bothwell lah yang paling dianggap menyeramkan dan menarik perhatian banyak orang.

Hantu White Lady

Tahun 1530 lahirlah seorang puteri berparas cantik jelita di Dragsholm Slot, yang diberi nama Celestine Mariann de Bayonne Gyldenstjerne (ada juga sumber lain yang mengatakan bernama Celine).

Klan Keluarga Gyldenstjerne adalah pemegang kursi tertinggi setingkat politisi, penguasa sekaligus uskup kerajaan, di mana seluruh anggota keluarga termasuk anak-anak perempuan, ditugaskan untuk bekerja keras untuk memperluas kekuasaan serta mempertahankan kedaulatan negara.FB_IMG_1515113275357-02Saat Puteri Celestine menginjak usia remaja, raja beserta keluarga kerajaan, memutuskan akan menjodohkannya dengan putera bangsawan terhormat. Namun sayangnya, saat itu sang puteri telah menambatkan hatinya pada seorang pemuda tidak berkasta. Kendati Puteri Celestine sadar sepenuhnya bahwa hubungan antara bangsawan & rakyat jelata, tidaklah mungkin menuai restu, bara cinta Puteri Celestine telah membutakan logikanya. Ia dan kekasihnya sering bertemu secara rahasia dan merenda mimpi indah untuk memiliki masa depan bersama.FB_IMG_1515113264143-02Hubungan asmara terlarang itu tidak dapat ditutupi lagi saat Puteri Celestine berbadan dua. Ayah Celestine menjadi teramat murka & merencanakan sesuatu yang jahat. Sang raja menciptakan rumor seolah-olah puteri hendak bepergian ke Slesvig. Bahkan raja yang keji ini, menyelenggarakan pesta perpisahan besar-besaran untuk menggiring orang-orang agar berpikir, bahwa putrinya benar-benar akan pindah menetap ke kota lain.clip_1481126431702Sekitar tahun 1550, Celestine dikabarkan menghilang tanpa jejak. Sesungguhnya yang terjadi, ayah Celestine tidak pernah mengirimnya ke Slesvig maupun ke daerah lainnya seperti kabar yang bergulir. Raja dengan penuh kebiadaban, menguburkan putri kandungnya ke dalam dinding kastil dengan batu bata dalam keadaan hidup-hidup. Ruang penimbunan itu sangatlah sempit, Puteri Celestine hampir tidak bisa berdiri, serta tidak ada ruang untuk duduk dan berbaring. Dari luar dinding, para pelayan kastil dapat mendengar sayup-sayup suara orang menangis, kuku-kuku yang mengais-ngais dan pada akhirnya terdiam selamanya. Sejak saat itu banyak kesaksian melihat sosok penampakan hantu seorang gadis dalam balutan gaun putih, berkeliaran di lorong-lorong Dragsholm Castle di malam hari. Mereka menyebutnya hantu white lady.FB_IMG_1515113238418-05

Pada tahun 1930, Kastil Dragsholm melakukan renovasi secara besar-besaran, beberapa dinding dibongkar untuk membuat ruang-ruang baru dan toilet-toilet baru. Pekerja yang melakukan renovasi ini sangat terperanjat, saat menemukan sesuatu tersembunyi dibalik dinding kastil. Setelah diteliti dengan seksama, mereka menyimpulkan bahwa tulang-belulang yang mereka dapatkan adalah milik seorang wanita berusia remaja yang mengenakan gaun putih, yang diduga adalah Puteri Celestine yang dikabarkan menghilang.

White Lady (photo : http://www.palaces-of-europe.com)

dragshol_ClestineKerangka Puteri Celestine kemudian dikebumikan secara pantas dan layak. Kemudian tulang-belulang palsu, ditempatkan dengan mengenakan gaun putih, ditata sedemikian rupa menyerupai saat Puteri Celestine ditemukan di dinding kastil. Sekarang ini, pengunjung (tamu-tamu hotel) dapat melihat secara langsung ke lokasi dan diharapkan untuk membungkuk, saat melintasi lorong sebagai penghormatan pada Puteri Celestine yang malang.

Hantu Earl of Bothwell

James Hepburn lahir sebagai putera bangsawan Skotlandia terkemuka pada abad ke-16 dengan gelar 4 Earl of Bothwell. Ayahandanya adalah bangsawan Patric Hepburn, bergelar 3 Earl of Bothwell & ibunya bernama Agnes Sinclair.

James Hepburn, Earl of Bothwell

00mayscots3James Hepburn adalah seorang pria penakluk wanita. Daya tariknya di mata kaum hawa, sangatlah kuat. Ia sangat mahir dalam bertutur kata, bertingkah laku menawan hati, serta memiliki dorongan gairah seksual yang besar. Keunggulannya yang lain, James Hepburn sangat berpendidikan dan pandai menulis latin dengan sangat indah, dan sangat fasih berbicara dalam bahasa Perancis, latin, dan Yunani. Ia pun pioneer dalam bidang matematika, strategi militer dan bidang ksatriaan.

James Hepburn, Earl of Bothwell

3772960879_3abc053f04Saat pengembaraannya berkeliling Eropa, James Hepburn menjalin cinta dengan Anna Throndson, puteri dari bangsawan Norwegia bernama Kristoffer Throndson yang menjabat sebagai laksamana Kerajaan Denmark. Bersama Anna Throndson, James Hepburn kembali ke Skotlandia pada tanggal 17 November 1560. Namun karena dirundung rasa jenuh,James mencampakkan Anna Throndson yang saat itu sedang hamil.

James Hepburn, Earl of Bothwell

800px-James_Hepburn,_4th_Earl_of_Bothwell,_c_1535_-_1578._Third_husband_of_Mary_Queen_of_Scots_-_Google_Art_ProjectAnna Throndson yang meradang muncul kembali di Skotlandia pada tahun 1563, untuk membalas dendam. Keluarga Throndson mengklaim bahwa Anna telah menikah dengan James dengan mahar sebesar 40.000 dollar perak namun Anna tidak kunjung mendapat pengakuan sebagai Countess of Bothwell, selain itu tidak pernah ada catatan mengenai pernikahan mereka. Putera Anna Throndson dari James Hepburn, yang bernama William, tidak pula mendapatkan pengakuan dari ayahnya.

Jean Gordon

 

 

Februari 1566 James Hepburn menikahi Jean Gordon, adik kandung Sir John Gordon & George, Earl of Huntly. Alih-alih hidup berbahagia dengan istrinya, setelah setahun menikah dengan Jean Gordon, James Hepburn malah mengajukan perceraian, karena ia memiliki ambisi dan rencana lain, yakni menikahi Ratu Mary, Queen of Scots. Pengajuan perceraian itu dikabulkan dengan alasan masih adanya pertalian darah kerabat jauh. Jean Gordon setuju dengan perceraian itu, namun bukan berdasarkan issue kekerabatan, tetapi karena aib perzinahan James dengan seorang pelayan bernama Bessie Crawford.FB_IMG_1515126555610James Hepburn sama sekali tidak terpengaruh dengan rumor tersebut dan tetap fokus pada goalnya menikah dengan Ratu Skotlandia, yang berpotensi besar akan mengantarnya menjadi Raja Skotlandia berikutnya. James kemudian menikah dengan Ratu Mary, Queen of Scots setelah 8 hari bercerai dari Jean Gordon.

Mary, Queen of Scots

00mayscots6Pesta pernikahan Ratu Mary, Queen of Scots dengan James Hepburn diselenggarakan pada bulan Mei 1567, hanya berselang 3 bulan setelah kematian suami ke-2 Ratu Mary, yang bernama Raja Henry Lord Darnley. James menjadi sangat populer semenjak menikah dengan Ratu Mary. Ratu Mary memberinya gelar Duke of Orkney.

Mary, Queen of Scots (photo : http://www.newhistorian.com)

Mary-Queen-of-Scots-Farewell-to-FranceNamun kemegahan itu tidak berlangsung lama. Di tahun yang sama, James Hepburn didakwa sebagai salah satu otak dalang pembunuh Raja Henry Lord Darnley. Ayah kandung raja yang bergelar Earl of Lennox dan keluarga kerajaan, menyusun rencana untuk menuntut keadilan.

Henry, Lord Darnley

Portriat_of_Portrait_of_Henry_Stewart_Earl_of_DarnleyPada 15 Juni 1567 terjadi peperangan di Carberry Hill, timur Edinburg. Ratu Mary dan James Hepburn bertempur melawan para bangsawan yang dipimpin Earl of Lennox. Mereka bertekad dan berjuang keras untuk menyeret James Hepburn ke pengadilan atas dakwaan pembunuhan Lord Darnley. Pertempuran ini menyebabkan Ratu Mary dan James tak sengaja terpisah karena keduanya harus melarikan diri. Semenjak itu, suratan takdir tidak pernah mempertemukan mereka kembali.

James Hepburn’s mummy (photo : http://www.smilingglobe.com)

Dragsholmslot5James Hepburn berhasil ditangkap saat pelariannya di Norwegia. Raja Frederik II, raja Denmark-Norwegia, mengirim James Hepburn ke Kastil Dragsholm dan memenjarakannya di sana. Tubuh James dirantai, sehingga ia hanya menghabiskan sebagian besar hari-harinya dengan berjalan melingkar, serta mondar-mandir di sekitar pilar. Lambat laun James Hepburn berangsur-angsur kehilangan akal sehatnya dan mati perlahan hingga berwujud menyerupai seorang mumi. Tubuh James dikuburkan secara rahasia di Farevejle, sebuah private kapel dalam Kastil Dragsholm.FB_IMG_1515113285772-02James Hepburn meninggal pada tahun 1578 setelah 5 tahun berada dalam tahanan dalam kondisi mengerikan, berbulu dan kotor. Kematian James Hepburn dilaporkan keseluruh eropa dalam kurun waktu 1573-1578. Menurut kesaksian para pengunjung Kastil Dragsholm, mereka melihat penampakan hantu James Hepburn di halaman kastil dengan kudanya. Beberapa saksi mendengar derap kaki kuda di jalanan berbatu sekitar halaman Dragsholm pada larut malam.

Beranikah kalian bertandang ke sini?

22 thoughts on “Kastil Dragsholm, Kastil Paling Angker di Denmark, di Mana Mayat Seorang Puteri, Ditemukan Terkubur di Salah Satu Dindingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s